Proposal Skripsi Pendidikan Matematika

By | March 6, 2016

Image result for PENDIDIKAN MATEMATIKA

PENGGUNAAN INTERACTIVE HANDOUT BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI POKOK BAHASAN SEGIEMPAT UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP 2 SEMARANG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2005/2006

Latar Belakang Masalah

Mulai tahun pelajaran 2004/2005, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mulai diterapkan di sekolah. Guru mata pelajaran matematika perlu mempersiapkan perangkat dan sarana pembelajarannya. Dalam KBK, kegiatan siswa harus memberi peluang untuk mencari, mengolah, dan menemukan (inquiry) dengan bantuan guru. Dikatakan dalam Nurhadi (2004) bahwa karakteristik utama KBK salah satunyaadalah pendekatan dan model yang digunakan beragam dan bersifat kontekstual. Selain itu, dikatakan pula bahwa iklim yang diharapkan muncul seiring dengan pelaksanaan KBK salah satunya adalah pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata. Di lain pihak, agar pelajaran matematika khususnya geometri diserap oleh para siswa, maka siswa harus merasa perlu dan membutuhkan geometri dalam kehidupan sehari-harinya. Pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata siswa disebut sebagai pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Dengan kontekstual, proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, dan bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Untuk itu, perlu disusun handoutbagi siswa yang bersifat interactive. Siswa belajar dan membangun pengetahuannya dengan ’berbuat’ matematika. ’Berbuat’ matematika maksudnya siswa bekerja (menulis, menggambar, mengerjakan soal, dan aktivitas belajar lainnya) mengenai matematika yang dipelajarinya.

Tahun 2006 KBK mulai diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kurikulum yang diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing. Dalam KTSP, peran guru sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Mulyasa (2006: 153) mengemukakan bahwa terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP, salah satunya adalah mengembangkan fasilitas dan sumber belajar. Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP di sekolah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar, dan perpustakaan, serta tenaga pengelola yang profesional. Dalam pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumberbelajar yang lebih konkrit. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut aktivitas dan kretivitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi dan kebena