Metode Pembelajaran Diskusi

By | February 17, 2016

Image result for metode pembelajaran diskusi

Pengertian Pembelajaran Diskusi

      Secara umum, diskusi dapat diartikan sebagai suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang tergabung dalam satu kelompok untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau bersama-sama mencari jawaban dan kebenaran atas suatu masalah (Suryosubroto, 2002:179).

      Hal yang paling menonjol dalam kegiatan diskusi adalah tukar-menukar informasi antara dua orang atau lebih. Kegiatan tukar-menukar informasi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh kesepakatan bersama. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat dirumuskan bahwa metode pembelajaran diskusi adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh beberapa siswa untuk mencapai kesepakatan bersama. Dalam pelaksanaan diskusi semua anggota memberikan sumbangan pemikiran atas masalah yang dibahas. Adapun teknik diskusi dalam pembelajaran yaitu melaksanakan diskusi dalam menguasai pokok bahasan atau subpokok bahasan yang disajikan oleh guru untuk mencapai kesepakatan bersama atas dasar hasil sumbang saran setiap anggota diskusi (Suganda, 2007:16-17).

      Diskusi adalah salah satu metode pembelajaran yang paling berharga. Banyak yang berpendapat bahwa “Dua kepala lebih baik dari pada satu kepala, dan jika sejumlah kepala digabungkan untuk memecahkan suatu masalah, maka hasil yang mengagumkanlah yang akan di dapat”. Diskusi sebagai metode pembelajaran dapat digunakan untuk tujuan (a) membuat keputusan yang berkaitan dengan tindakan selanjutnya; (b) berbagi informasi; (c) mendapatkan rasa hormat dari berbagai cara pandang; (d) membuat rencana utnuk tugas yang baru; (e) menjelaskan ide; (f) memancing minat; dan (g) mengevaluasi kemajuan (Kochhar, 2008:331).

      Metode pembelajaran diskusi yaitu interaksi antara siswa dan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu. Diskusi kelas pada dasarnya bukanlah model pembelajaran sebenarnya (true learning models), tetapi merupakan prosedur atau strategi mengajar yang bermanfaat dan banyak dipakai sebagai bagian langkah (sintaks) dari banyak model pembelajaran yang lain (Trianto, 2009:121).

      Metode diskusi adalah suatu cara penyajian bahan pelajaran di mana guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas sesuatu masalah (Suryosubroto, 2002:179).

Keunggulan dan Kelemahan / Kelebihan & Kekurangan

      Setiap jenis pembelajaran mempunyai ciri tersendiri serta mempunyai keuntungan dan kelemahan. Demikian juga dengan model pembelajaran diskusi kelas (Suryosubroto, 2002:185-186).

Beberapa Keuntungan Metode Diskusi

  1. Metode diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam proses belajar.
  2. Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajaran masing-masing.
  3. Metode diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah.
  4. Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.
  5. Metode diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis para siswa.

Beberapa Kelemahan Metode Diskusi

  1. Suatu diskusi tak dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasilnya sebab tergantung kepada kepemimpinan dan partisipasi anggota-anggotanya.
  2. Suatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.
  3. Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa yang “menonjol”.
  4. Tidak semua topik dapat dijadikan pokok diskusi, tetapi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.
  5. Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak.
  6. Apabila suasana diskusi hangat dan siswa sudah berani mengemukakan buah pikiran mereka, maka biasanya sulit untuk membatasi pokok masalah.
  7. Jumlah siswa yang terlalu besar di dalam kelas akan mempengaruhi kesempatan setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

Tabel Keuntungan dan Kelemahan Diskusi

Keuntungan Model Diskusi

Kelemahan Model Diskusi

a.    Diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam KBM.

b.    Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan bahan pelajarannya masing-masing.

c.    Diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir dan sikap ilmiah.

d.   Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam diskusi diharapkan para siswa dapat memperoleh kepercayaan akan (kemampuan) diri sendiri.

e.    Diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembangan sikap sosial dan sikap demokratis para siswa.

a.    Suatu diskusi tidak dapat diramalkan sebelumnya mengenai bagaimana hasilnya sebab tergantung kepada kepemimpinan dan partisipasi anggota-anggotanya.

b.    Suatu diskusi memerlukan keterampilan-keterampilan tertentu yang belum pernah dipelajari sebelumnya.

c.    Jalannya diskusi dapat dikuasai (didominasi) oleh beberapa siswa yang “menonjol”.

d.   Tidak semua topik dapat dijadikan pokok diskusi, tetapi hanya hal-hal yang bersifat problematis saja yang dapat didiskusikan.

e.    Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak.

f.     Apabila suasana diskusi hangat dan siswa sudah berani mengemukakan buah pikiran mereka, maka biasanya sulit untuk membatasi pokok masalah.

g.    Jumlah siswa yang terlalu besar di dalam kelas akan mempengaruhi kesempatan setiap siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

Langkah-langkah Pembelajaran Diskusi

      Langkah-langkah pembelajaran diskusi adalah sebagai berikut (Suryosubroto, 2002:181-182):

  1. Guru mengemukakan masalah yang akan didiskusikan dan memberikan pengarahan seperlunya mengenai cara-cara pemecahannya. Dapat pula pokok masalah yang akan didiskusikan itu ditentukan bersama-sama oleh guru dan siswa. Yang penting judul atau masalah yang akan didiskusikan itu harus dirumuskan sejelas-jelasnya agar dapat dipahami baik-baik oleh setiap siswa
  2. Dengan pimpinan guru, para siswa membentuk kelompok-kelompok diskusi, memilih pimpinan diskusi (ketua, sekretaris (pencatat), pelapor (kalau perlu), mengatur tempat duduk, ruangan, sarana, dan sebagainya). Pimpinan diskusi sebaiknya berada di tangan siswa yang (1) Lebih memahami atau menguasai masalah yang akan didiskusikan, (2) “Berwibawa” dan disenangi oleh teman-temannya, (3) Berbahasa baik dan lancar bicaranya, dan (d) Dapat bertindak tegas, adil dan demokratis. Tugas pimpinan diskusi antara lain adalah: (1) Pengatur dan pengarah acara diskusi, (2) Pengatur “lalu lintas” percakapan, dan (3) Penengah dan penyimpul berbagai pendapat.
  3. Para siswa berdiskusi di dalam kelompoknya masing-masing, sedangkan guru berkeliling dari kelompok satu ke kelompok lain (kalau ada lebih dari satu kelompok), menjaga ketertiban serta memberikan dorongan dan bantuan sepenuhnya agar setiap aggota kelompok berpartisipasi aktif dan agar diskusi berjalan lancar. Setiap anggota kelompok harus tahu persis apa yang akan didiskusikan dan bagaimana caranya berdiskusi. Diskusi harus berjalan dalam suasana bebas, setiap anggota harus tahu bahwa hak bicaranya sama.
  4. Kemudian tiap kelompok melaporkan hasil diskusinya. Hasil-hasilnya yang dilaporkan itu ditanggapi ole semua siswa (terutama dari kelompok lain). Guru memberi ulasan atau penjelasan terhadap laporan-laporan tersebut.
  5. Akhirnya para siswa mencatat hasil (hasil-hasil) diskusi, dan guru mengumpulkan laporan hasil diskusi dari tiap-tiap kelompok sesudah para siswa mencatatnya unutk “file” kelas.

Tabel Langkah-langkah Guna Menyelenggarakan Diskusi

Tahapan Kegiatan Guru
Tahap 1

Menyampaikan tujuan dan mengatur setting

Guru menyampaikan tujuan pembelajaran khusus dan menyiapkan siswa untuk berpartisipasi.
Tahap 2

Mengarahkan diskusi

Guru mengarahkan fokus diskusi dengan menguraikan aturan-aturan dasar, mengajukan pertanyaan-pertanyaan awal, menyajikan situasiyang tidak dapat segera dijelaskan, atau menyampaikan isu diskusi.
Tahap 3

Menyelenggarakan diskusi

Guru memonitor antar aksi, mengajukan pertanyaan, mendengarkan gagasan siswa, menanggapi gagasan, melaksanakan aturan dasar, membuat cacatan diskusi dan menyampaikan gagasan sendiri.
Tahap 4

Mengakhiri diskusi

Guru menutup diskusi dengan merangkum atau mengungkapkan makna diskusi yang telah diselenggarakan kepada siswa.
Tahap 5

Melakukan tanya jawab singkat tentang proses diskusi itu

Guru menyuruh para siswa untuk memeriksa proses diskusi dan berpikir siswa.

SolusiTesis.com menerima jasa pembuatan skripsi dan tesis semua jurusan dengan kualitas terbaik, bergaransi sampai lulus dan anti plagiat. Hubungi CS kami : 0877-3911-6555 (Whatsapp/SMS/Tlpn). Pin BBM : 5465F8D0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *