Konsep tentang Inovasi

By | February 15, 2016

Image result for inovasi

INOVASI

Kata “innovation” sering diterjemahkan sebagai segala hal yang baru atau pembaharuan. Inovasi adalah segala sesuatu yang dapat berupa gagasan, praktek, barang, atau objek perubahan yang dilakukan dengan perencanaan sistematis untuk dilakukan dengan perencanaan sistematis untuk memberikan perubahan yang positif serta dianggap baru bagi seseorang atau sekelompok orang yang menggunakannya. Inovasi digunakan untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan suatu masalah (Roger, 2003 dalam Haryanto, 2007:103). Berdasarkan definisi tersebut, maka inovasi pendidikan dapat dikatakan sebagai suatu ide atau gagasan, strategi atau metode, barang, yang dirasakan dan diamati sebagai hal baru bagi seseorang atau sekelompok orang dan akan digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau untuk memecahkan masalah pendidikan.

White (1987) dalam Suabuana, (2010:45) mengemukakan bahwa “innovation…more than change, although all innovations involve change”. Atau dengan kata lain, inovasi itu lebih dari sekedar perubahan, walaupun semua inovasi melibatkan perubahan. Inovasi merupakan istilah yang telah dipakai secara luas dalam berbagai bidang. Secara sederhana, Adams menyatakan bahwa “an innovation is an idea or object perceived as new by an individual”. Sedangkan Van Den Ban dan Hawkins menyatakan bahwa “an innovation is an idea, method, or object which is regarded as new by individual, but which is not always the result of recent research”. Berdasarkan definisi tersebut inovasi memiliki tiga komponen yaitu ide atau gagasan, metode atau praktek, dan produk baik berupa barang atau jasa. Untuk dapat disebut sebagai inovasi, maka ketiga komponen tersebut harus memiliki sifat baru (Adams, 1988; Van Den Ban dan Hawkins, 1996 dalam Musyafak dan Ibrahim, 2005:21).

Kingsland, (2007) dalam Mulyono (2008:102-103) mengemukakan bahwa akar dari inovasi adalah individu yang memiliki ide cemerlang yang dimulai dengan sebuah atau beberapa pemikiran, yaitu aktivitas menggunakan otak untuk mengenali pola yang bisa disimpan untuk kelak dimunculkan kembali.

Hasil pemikiran dapat terdiri dari tiga hal yaitu, prosedural merupakan upaya mengikuti sebuah prosedur atau formula. Kedua, kreasi yaitu menciptakan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Inti dari kreasi adalah menemukan sesuatu dan sifatnya subjektif, maksudnya adalah bahwa karena menciptakan itu merupakan upaya yang belum pernah ada, maka ketika dua orang berusaha menciptakan sesuatu yang sama, maka hasilnya tidak mungkin akan sama. Dan ketiga adalah penemuan, yaitu upaya menemukan sumber daya alam, fenomena alam, atau inovasi lainnya untuk pertama kalinya. Inti dari penemuan pada dasarnya terletak pada konsep menemukan apapun yang sudah ada berkat pemberian alam, sehingga bukan menciptakan sesuatu dan sifatnya adalah objektif. Maksudnya adalah bahwa beberapa banyak orang menemukan sesuatu, maka penemuan tersebut akan sama (Mulyono, 2008:102-103).

Rogers dan Shoemaker mengemukakan bahwa cepat atau lambatnya suatu inovasi diadopsi atau ditolak tergantung pada bagaimana anggota-anggota dari suatu sistem sosial menghayati beberapa karakteristik sebagai berikut (Haryanto, 2007:103):

  1. Relative advantage. Keuntungan relatif merupakan sejauhmana inovasi dianggap menguntungkan bagi penerimanya. Semakin menguntungkan bagi penerima maka semakin cepat tersebar inovasi.
  2. Compatibility. Kompatibel adalah tingkat kesesuaian inovasi dengan nilai (values), pengalaman lalu, dan kebutuhan dari penerima. Hal ini berarti inovasi yang tidak sesuai dengan nilai atau norma yang diyakini oleh penerima tidak akan diterima secepat inovasi yang sesuai dengan norma yang ada.
  3. Complexity. Kompleksitas adalah tingkat kesukaran untuk memahami dan menggunakan inovasi bagi penerima. Hal ini berarti suatu inovasi yang mudah dimengerti dan mudah digunakan akan cepat tersebar, sedangkan inovasi yang sukar dimengerti atau sukar digunakan oleh penerima akan lambat proses penyebarannya.
  4. Triability. Triabilitas adalah dapat dicoba atau tidaknya suatu inovasi oleh penerima. Hal ini berarti inovasi yang dapat dicoba akan cepat dapat diterima oleh masyarakat daripada inovasi yang tidak dapat dicoba lebih dulu.
  5. Observability. Dapat diamati adalah mudah tidaknya diamati suatu hasil observasi. Hal ini berarti suatu inovasi yang hasilnya mudah diamati akan semakin cepat diterima, dan sebaliknya inovasi yang sukar diamati hasilnya akan lama diterima.

SolusiTesis.com menerima jasa pembuatan skripsi dan tesis semua jurusan dengan kualitas terbaik, bergaransi sampai lulus dan anti plagiat/orisinil. Hubungi CS kami : 0877-3911-6555 (Whatsapp/SMS/Tlpn). Pin BBM : 5465F8D0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *