Belajar Mandiri

By | January 29, 2016

Belajar Mandiri

Pengertian Belajar Mandiri

Menurut kamus besar Bahasa Indonesis ( Depdiknas, 1988: 625 ), Kemandirian adalah keadaan dapat beridir sendiri tanpa bergantung kepada orang lain. Pengertian belajar mandiri menurut Hiemstra ( 1994: 1) adalah sebagai berikut :

  1. Setiap individu berusaha meningkatkan tanggung jawab untuk mengambil berbagai keputusan.
  2. Belajar mandiri dipandang sebagai suatu sifat yang sudah ada pada setiap orang dan situasi pembelajaran.
  3. Belajar mandiri bukan berarti memisahkan aantara diri dengan orang lain.
  4. Dengan belajar mandiri, siswa dapat mentransferkan hasil belajarnya yang berupa pengetahuan dan keterampilan ke dalam situasi yang lain.
  5. Siswa yang memerlukan belajar mandiri dapat melibatkan berbagai sumber daya dan aktivitas, seperti: membaca sendiri, belajar kelompok, latihan-latihan, dialog elektronik, dan kegiatan korespondensi.
  6. Peranan efektif guru dalam belajar mandiri masih dimungkinkan, seperti dialog dengan siswa, pencarian sumber, mengevaluasi hasil, dan memberi gagasan-gagasan kreatif.
  7. Beberapa institusi pendidikan sedang mengembangkan belajar mandiri menjadi program yang lebih bersifat terbuka (seperti Universitas Terbuka) sebagai alternative pembalajaran yang bersifat indivisual dan program-program inovatif lainnya.

Dari pengertian belajar mandiri menurut Hiemstra diatas, maka dapat disimpulkan bahwa belajar mandiri adalah perilaku siswa dalam mewujudkan kehendak atau keinginan secara nyata dengan tidak bergantung kepada orang lain, dalam hal ini adalah siswa tersebut mampu melakukan belajar sendiri, dapat menentukan cara belajar yang efektif, mampu melaksanakan tugas-tugas belajar dengan baik dan mampu untuk melakukan aktivitas belajar secara mandiri.

Kegiatan-Kegiatan Belajar Mandiri

Menurut Haris Mudjiman ( 2009: 20-21 ) kegiatan-kegiatan yang perlu diakomodasikan dalam pelatihan belajar mandiri sebagai berikut :

  1. Adanya kompetisi-kompetisi yang diterapkan sendiri oleh siswa untuk menuju pencapaian tujuan-tujuan akhir yang ditetapkan adalah program pelatihan untuk setiap mata pelajaran.
  2. Adanya proses pembalajaran yang diterapkan sendiri oleh siswa.
  3. Adanya input belajar yang ditetapkan dan dicari sendiri. Kegiatan-kegiatan itu dijalankan oleh siswa, dengan apapun tanpa bimbingan guru.
  4. Adanya kegiatan evaluasi diri ( self evaluation ) yang dilakukan oleh siswa sendiri. Adanya kegiatan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah di jalani siswa.
  5. Adanya past experience review terhadap pengalaman – pengalaman yang telah dimiliki siswa.
  6. Adanya upaya untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa.
  7. Adanya kegiatan belajar aktif.

Berdasarkan uraian tentang kegiatan-kegiatan dalam pelatihan belajar menurut Haris Mudjiman diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa siswa yang memiliki kemandirian belajar adalah siswa yang mampu menetapkan kompetensi-kompetensi belajarnya sendiri, mampu mencari input belajar sendiri, dan melakukan kegiatan evaluasi diri serta refleksi terhadap proses pembelajaran yang dijalani siswa.

Aspek Belajar Mandiri

Dalam keseharian siswa sering dihadapkan pada permasalahan yang menuntut siswa untuk mandiri dalam menghasilkan suatu keputusan yang baik. ( Song and Hill ( 2007: 31-32 ) menyebutkan bahwa kemandirian terdiri dari beberapa aspek, yaitu :

  • Personal Attributes

Personal attributes merupakan aspek yang berkenaan dengan motivasi dari pembalajaran, penggunaan sumber belajar, dan strategi belajar. Motivasi belajar merupakan keinginan yang terdapat pada diri seseorang yang merangsang pebelajar untuk melakukan kegiatan belajar. Ciri-ciri motivasi menurut Worrel dan Stillwell dalam Harlina ( 1998 ) antara lain: (a) tanggung jawab mereka yang memiliki motivasi belajar merasa bertanggung jawab atas tugasnya yang dikerjakannya dan tidak meninggalkan tugasnya sebelum berhasil menyelesaikannya), (b) tekun terhadap tugas ( berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugas dan tidak mudah menyerah ), (c) waktu penyelesaian tugas ( berusaha menyelesaikan setiap tugas dengan waktu secepat dan seefisien mungkin), (d) menetapkan tujuan realitas ( mempu menetapkan tujuan realitas sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya, mempu berkonsentrasi terhadap setiap langkah untuk mencapai tujuan dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai.

  • Processes

Processes merupakan aspek yang berkenan dengan otonomi proses pembelajaran yang dilakukan oleh pembelajar meliputi perencanaan, monitoring, serta evaluasi pembelajar kegiatan perencnaan; (a) mengelola waktu secara efektif ( pembuatan jadwal belajar, menyusun kelender studi untuk menulis atau menandai tangal-tanggal penting dalam studi, tanggal penyerahan tugas makalah, tugas PR, dan tanggal penting lainnya, mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan belajar lain), (b) menentukan prioritas dan manata diri ( mencari tahu mana yang paling penting dilakukan terlebih dahulu dan kapan mesti dilakukan).

Kegiatan monitoring dalam pembelajaran dengan menggunakan model Coperative Learning tipe Kepala Bernomor Terstruktur antara lain, (a) aktif melakukan dikusi dalam kelompok (b) berani mengemukakan pendapat pada saat diskusi berlangsung, (c) aktif bertanya saat menemui kesulitan baik terhadap teman maupun guru, (d) membuat catatan apabila diperlukan, (e) tetap melaksanakan kegiatan pelajaran meskipun guru tidak hadir. Sedangkan yang termasuk kegiatan evaluasi pembelajaran antara lain, (f) memperhatikan umpan balik dari tugas yang telah dilaksanakan sehingga dapat diketahui letak kesalahannya, (g) mengerjakan kembali soal/tes dirumah, dan (h) berusaha memperbaiki kesalahan yang telah dilakukan.

  • Learning Context

Fokus dari learning context adalah faktor lingkungan dan bagaimana faktor tersebut mempengaruhi tingkat kemandirian pebelajar. Ada faktor dalam konteks pembelajaran yang dapat dipengaruhi pengalaman mandiri pembelajaran antara lain, structure dan nature of task. Struktur dan tugas dalam konteks pembelajaran ini misalnya, siswa belajar dengan struktur ( cara kerja ) model pembelajaran Cooperatife Learning tipe Kepala Bernomor terstruktur dan mengerjakan tugas kelompok dalam LKS.

Berdasarkan pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa merupakan suatu bentuk belajar yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menentukan tujuan belajar, perencanaan belajar, sumber-sumber belajar, mengevaluasi belajar, dan menentukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya sendiri. Aspek yang menunjukan kemandirian belajar siswa dalam penelitian ini, yaitu personal attributes, processes, dan learning context. Dalam pembelajaran matematika, kemandirian belajar dapat dilakukan dalam kegiatan berdiskusi. Semakin besar peran aktif siswa dalam berbagai keigatan tersebut, mengindikasikan bahwa siswa tersebut memiliki kemandirian belajar yang tinggi.

Daftar Pustaka

 

  • Haris Mudjiman. (2008). Belajar Mandiri. Surakarta: UNS Press.
  • Hiemstra. (1994). Self-Directed Learning. In T. Husen & T.N. Postlewaite (Eds), The Internasional Encyclopedia of Education ( second edition) Oxford: Porgomon Press.
  • Song and Hill. ( 2007 ). A Conceptual Model for Understanding Self-Directed Learning in Online Environments. Journal of Interactive Online Learning, Volume 6, Number 1. University of Georgia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *