Proposal Skripsi Pendidikan Matematika

Image result for PENDIDIKAN MATEMATIKA

PENGGUNAAN INTERACTIVE HANDOUT BERBASIS CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA PEMBELAJARAN GEOMETRI POKOK BAHASAN SEGIEMPAT UNTUK MENINGKATKAN PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP 2 SEMARANG SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2005/2006

Latar Belakang Masalah

Mulai tahun pelajaran 2004/2005, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) mulai diterapkan di sekolah. Guru mata pelajaran matematika perlu mempersiapkan perangkat dan sarana pembelajarannya. Dalam KBK, kegiatan siswa harus memberi peluang untuk mencari, mengolah, dan menemukan (inquiry) dengan bantuan guru. Dikatakan dalam Nurhadi (2004) bahwa karakteristik utama KBK salah satunyaadalah pendekatan dan model yang digunakan beragam dan bersifat kontekstual. Selain itu, dikatakan pula bahwa iklim yang diharapkan muncul seiring dengan pelaksanaan KBK salah satunya adalah pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata. Di lain pihak, agar pelajaran matematika khususnya geometri diserap oleh para siswa, maka siswa harus merasa perlu dan membutuhkan geometri dalam kehidupan sehari-harinya. Pembelajaran yang dikaitkan dengan situasi dunia nyata siswa disebut sebagai pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Dengan kontekstual, proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, dan bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Untuk itu, perlu disusun handoutbagi siswa yang bersifat interactive. Siswa belajar dan membangun pengetahuannya dengan ’berbuat’ matematika. ’Berbuat’ matematika maksudnya siswa bekerja (menulis, menggambar, mengerjakan soal, dan aktivitas belajar lainnya) mengenai matematika yang dipelajarinya.

Tahun 2006 KBK mulai diganti dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kurikulum yang diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing. Dalam KTSP, peran guru sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Mulyasa (2006: 153) mengemukakan bahwa terdapat beberapa strategi yang perlu diperhatikan dalam pengembangan dan pelaksanaan KTSP, salah satunya adalah mengembangkan fasilitas dan sumber belajar. Sumber belajar yang perlu dikembangkan dalam KTSP di sekolah antara lain laboratorium, pusat sumber belajar, dan perpustakaan, serta tenaga pengelola yang profesional. Dalam pengembangan sumber belajar, guru disamping harus mampu membuat sendiri alat pembelajaran dan alat peraga, juga harus berinisiatif mendayagunakan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumberbelajar yang lebih konkrit. Demikian halnya dengan pengembangan KTSP yang menuntut aktivitas dan kretivitas guru dalam membentuk kompetensi pribadi peserta didik. Oleh karena itu, pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik, agar mereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi dan kebenaran secara ilmiah. Untuk kepentingan tersebut, maka disusun handout yang berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL), di mana pembelajaran dikaitkan dengan lingkungan sekitar sekolah. Saat ini kurikulum yang berlaku adalah KTSP, khususnya dalam pembelajaran geometri, dengan KBK tidak ada perbedaan yang berarti.

Banyak para ahli bidang matematikayang menganjurkan perlunya siswa menemukan sendiri pengetahuannya dengan dipandu oleh gurunya. Kimura (1993: 463) menulis bahwa “inquiry is very important in a class because it helps student to find theorems by themselves and understand the meaning of deeply.”Berdasarkan pendapat guru besar bidang pendidikan matematika dari Jepang tersebut, maka perlu dikembangkan suatu perangkat pembelajaran yang memanfaatkan Interactive Handout yang berbasis pada Contextual Teaching and Learning (CTL). Selain itu, siswa perlu dilatih untuk menemukan sendiri (inquiry) konsep-konsep matematika khususnya pokok bahasan geometri.

Materi geometri dipandang sulit, sehingga perlu dibantu dengan alat visual berupa alat peragadan buku pegangan (handout) yang siswa harus ‘berbuat’ matematika. Karena itu perlu dikembangkan suatu perangkat pembelajaran berupa Interactive Handoutyang mampu mempercepat pencapaian kompetensi peserta didik dalam mempelajari geometri. Kompetensi peserta didik yang dimaksud mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagaimana yang ditetapkan dengan Kepmendiknas No. 23 tahun 2006 (BSNP 2006). Menurut McKeachie (1994), pengajaran berhasil jika memperhatikan dua aspek penting yaitu kognitif dan menumbuhkan semangat inquiry. Schwank (1993) mengatakan bahwa esensi matematika adalah berlandaskan kognitif dan penemuan (inquiry). Mengembangkan dan mengimplementasikanperangkat pembelajaran geometri dengan memanfaatkan Interactive Handoutyang berbasis pada Contextual Teaching and Learning (CTL), sesuai dengan kurikulum baik KBK atau KTSP weight loss supplements for men.

SMP 2 Semarang merupakan sekolah unggulan di kota Semarang. Sekolah ini telah menyandang predikat sebagai Sekolah Standar Nasional (SSN). Di SMP 2 Semarang terdapat dua jenis kelas yaitu kelas akselarasi dan kelas nonakselarasi (kelas biasa). Sebagian besar guru matematika di SMP ini adalah lulusan dari program studi pendidikan matematika sehingga pembelajaran matematika di SMP ini sudah cukup baik tetapi pembelajaran matematika yang diterapkan cenderung menggunakan model ekspositori. Guru belum mengadakan kegiatan refleksi di akhir pelajaran. Variasi mengajar di SMP ini, khususnya kelas VII kurang diperhatikan. Sehingga siswa merasa jenuh dan bosan dalam proses belajar mengajar. Siswa kurang aktif pada saat pelajaran matematika. Hal ini berarti keaktifan siswa dalam belajar perlu ditingkatkan. Untuk itu, perlu disusun handout bagi siswa yang bersifat interactive. Dalam pembelajaran ini, siswa tidak hanya sekedar memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru tetapi siswa belajar dan membangun pengetahuannya dengan ’berbuat’ matematika. Rata-rata hasil belajar matematika siswa SMP 2 Semarang pada aspek geometri khususnya pokok bahasan segiempat yaitu 6,0. Hasil belajar ini masih perlu ditingkatkan lagi, mengingat SMP 2 Semarang termasuk salah satu sekolahunggulan di kota Semarang di mana rata-rata kemampuan siswa yang masuk SMP 2 Semarang cukup bagus. Untuk itu, pembelajaran geometri menggunakan Interactive Handout yang berbasis CTL perlu dikombinasikan dengan alat peraga untuk membantu siswa memahami materi geometri dengan visualisasi yang lebih konkrit. Sehingga, siswa tidak sekedar memahami dengan imajinasi saja tetapi juga melalui penemuan secara empirik.

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka peneliti melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “ Penggunaan Interactive Handout Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada Pembelajaran Geometri Pokok Bahasan Segiempat untuk Meningkatkan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik Kelas VII SMP 2 Semarang Semester Genap Tahun Pelajaran 2005/2006”.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

“Apakah penggunaan Interactive Handout berbasis Contextual Teaching and Learning(CTL) pada pembelajaran geometri pokok bahasan segiempat dapat meningkatkan pencapaian kompetensi peserta didik kelas VII SMP 2 Semarang semester genap tahun pelajaran 2005/2006?”

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan Interactive Handout berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada pembelajaran geometri pokok bahasan segiempat dapat meningkatkan pencapaian kompetensi peserta didik kelas VII SMP 2 Semarang.

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat yang berarti bagi perseorangan maupun instansi, diantaranya sebagai berikut.

Bagi Peserta Didik

Manfaat penelitian ini bagi peserta didik antara lain:

(1) Siswa merasa senang karena dilibatkan secara aktif dalam proses belajar mengajar.

(2) Menumbuhkan kemampuan untuk menemukan rumus, kemampuan bekerjasama, kemampuan berkomunikasi siswa dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.

(3) Memudahkan siswa dalam penguasaan konsep geometri.

(4) Diharapkan siswa mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi segiempat.

Bagi Guru

Manfaat penelitian ini bagi guru antara lain:

(1) Meningkatkan kreativitas guru dalam pengembangan alat pembelajaran melalui pemanfaatan Interactive Handout.

(2) Meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesi guru.

(3) Guru memiliki kemampuan penelitian tindakan kelas yang inovatif.

Bagi Mahasiswa Peneliti

Manfaat penelitian ini bagipeneliti antara lain:

(1) Mendapat pengalaman melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SMP yang kelak dapat diterapkan saat terjun di lapangan.

(2) Meningkatkan kreativitas untuk membuat buku panduan belajar yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dan menggunakan bahasa yang disesuaikan dengan tingkatan SMP.

(3) Mengetahui kelemahan diri pada waktu mengajar yang dapat dilihat dari kegiatan refleksi dan dari masukan guru.

Bagi Sekolah

Manfaat penelitian ini bagi sekolah antara lain dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga prestasi peserta didik dalam belajar di sekolah akan lebih baik terutama dalam pembelajaran matematika dan memberikan masukan pada sekolah tentang cara Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Bagi Dunia Pendidikan

Manfaat penelitian ini bagi dunia pendidikan antara lain memberikan sumbangan pemikiran sebagai alternatif peningkatan kualitas pendidikan dengan dihasilkannya panduan perangkat pembelajaran geometri yang memanfaatkan Interactive Handoutyang berbasis pada CTL (Contextual Teaching and Learning) untuk peserta didik SMP kelas VII.